curhat_asik

September 3, 2008

puasa bagi ibu menyusui..

puasa hari 1 dan 2 kemaren sempet lemes banget pas udah jam 4 sore gitu..

seharian, talitha asi terus,bahkan lebih banyak dari pada biasanya..

padahal makan bubur,

makan buah juga banyak,

tapi asi tetep kenceng banget! bahkan sempet mikir:apa karena berkah puasa y?mungkin lebih istimewa rasa asinya..hehehe

aku emang ikut forum ibu muda, dan ibu2 yang lain ternyata punya strategi makannya di banyakin. bahkan total makan berat dari buka sampe sahur 4 kali makan.

kalo aku?? wah ga kuat juga makan banyak..

 

tapi,karena niat banget pengen puasa,jadi setiap sahur bilang ke talitha kalo bundanya mau puasa,doain lancar ya nak..

nah ini yang aku dapet tentang puasa bagi ibu menyusui,semoga manfaat :)

 

—————-

ASI LANCAR WALAU BERPUASA

Jangan khawatir bayi akan kekurangan ASI, karena pada dasarnya puasa hanya mengubah jadwal makan.

Selama bulan Ramadan, ibu menyusui sebenarnya bebas memilih untuk berpuasa atau tidak. Jika memilih tidak, kebanyakan beralasan bahwa puasa sebulan akan menurunkan produksi ASI. Seperti yang kita tahu, ASI harus selalu lancar agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi. Alasan lainnya, kegiatan menyusui yang menguras tenaga akan membuat ibu makin lemas dan tak kuat berpuasa. Maklumlah, beberapa saat setelah menyusui biasanya ibu merasa lapar, bukan?

Semua kekhawatiran itu wajar saja adanya, tapi sebenarnya tak beralasan sama sekali. Seperti dikatakan dr. Etiza Adi Murbawani, M.Si., secara klinis, kegiatan puasa hanya mengubah jadwal makan. Yang berubah hanya waktu makannya saja, kok. Sementara, asupan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui selama berpuasa bisa dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.

TAMBAH KALORI

Hanya saja, tambah staf pengajar pada Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang ini, ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih besar. "Untuk memproduksi ASI se-banyak 850 cc, ibu perlu menambahkan kurang lebih 1000 kalori dari kebutuhan wanita dewasa normal. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, sekaligus memulihkan kesehatan usai persalinan."

Dengan berpatokan pada angka kebutuhan tersebut, selama berpuasa, ibu hanya perlu mengubah jadwal makan saja. Jika ibu menyusui terbiasa makan dengan porsi sedikit tapi sering, maka di bulan Ramadan porsi yang sedikit itu harus ditambah. Alasannya, acara makan berat di bulan tersebut cuma dilakukan pada saat berbuka dan sahur. Etiza menganjurkan untuk menyantap dulu makanan pembuka yang manis-manis guna menghindari mual. Setelah salat Magrib, barulah mengonsumsi makanan berat.

Jika ibu tak dapat sepenuhnya menambah porsi dalam sekali makan, maka yang dapat dilakukan adalah mengganti satu kali makan berat porsi normal dengan dua kali makan berat porsi kecil. Caranya, saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan pembuka lalu salat Magrib. Usai salat Magrib, lanjutkan makan besar dengan porsi kecil. Setelah itu ibu melakukan salat Tarawih. Selesai salat, ibu menggenapi makan besarnya dengan porsi kecil kedua. Dengan demikian, kebutuhan porsi makannya tetap terpenuhi di waktu berbuka.

PERBANYAK CAIRAN

Sejak waktu berbuka hingga sahur, Etiza menyarankan agar ibu menyusui banyak-banyak meneguk cairan. "Cairan itu bisa berasal dari air putih, buah-buahan, dan susu."

Khusus susu, Etiza sangat menganjurkan ibu menyusui untuk mengonsumsinya. Kandungan kalsium pada susu sangat berguna untuk kebutuhan ibu dan bayi. "Namun, jangan langsung minum susu begitu tiba waktu berbuka karena dapat menyebabkan mual. Sebaiknya susu diminum setelah menyantap makanan kecil. Satu gelas lagi diminum menjelang tidur malam. Kemudian satu gelas lagi saat sahur." Jika tetap terasa mual, disarankan untuk minum susu kedelai.

BARENGI ISTIRAHAT

Kala berpuasa, jika ibu merasa sangat lemas sehabis menyusui, maka beristirahatlah. Entah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Ingat, sukses tidaknya menyusui, salah satunya dibarengi dengan pikiran yang tenang dan positif. "Kalau ibu menyusui yang berpuasa yakin tak akan merasa lemas, maka ia tak akan lemas. Dan jika ia yakin bisa memberikan ASI selama puasa, maka ASI-nya juga akan keluar terus."

Apalagi pengeluaran ASI juga dipengaruhi oleh isapan bayi. Semakin sering diisap, produksinya akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Menurut Etiza, ASI yang tak keluar penyebabnya lebih sering berkaitan dengan kondisi psikis ibu semisal stres. "Justru kalau di bulan puasa ibu banyak beribadah dan berdoa dengan tenang sembari tetap menyusui dan yakin kegiatan puasa tak akan menghalangi pemberian ASI, niscaya kandungan dan jumlah ASI tak akan berpengaruh pada bayi. ASI tetap akan lancar."

Ingat lo, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingannya. Bagaimanapun, berpuasa bagi ibu menyusui adalah pilihan. Jika tidak sanggup menjalaninya, ibu dapat menggantinya dengan bentuk ibadah yang lain. Namun, jika tetap ingin menjalani keduanya, ikuti kiat tadi. Kuncinya cuma asupan gizi yang baik dan tepat, juga pikiran yang positif. 

—————-

kalo secara agama?? (wah,yang ini tolong di kasih kritik kalo salah..)

Wanita yang sedang hamil dan/atau menyusui diperbolehkan tidak berpuasa jika dikhawatirkan akan mengakibatkan terganggunya kesehatan, baik itu akan berpengaruh pada anak yang dikandung maupun pada wanita yang sedang mengandung. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dengan hasil konsultasi dari pakar medis yang menangani kehamilan tersebut. Jika memang –menurut perspektif medis– berpuasa tidak berbahaya bagi kesehatan wanita tersebut, maka sebaiknya tetap berpuasa. Akan tetapi jika puasa dikhawatirkan membawa dampak yang membahayakan kehamilan maupun ibu yang mengandung, maka diperbolehkan tidak berpuasa.

Mengenai fidyah dan qodlo puasa, berikut pendapat beberapa ulama terkait wanita hamil atau menyusui:
1. Jika ia khawatir puasa dapat membahayakan kesehatannya atau kesehatan anaknya, maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadla di luar Ramadlan tanpa membayar fidyah.
2. Jika ia khawatir puasa dapat membahayakan kesehatan anaknya saja dan tidak membahayakan dengan kesehatannya sendiri, maka boleh tidak berpuasa dan wajib meng-qadla. Selain itu, sebaiknya juga membayar fidyah. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i. Sementara Imam Hanafi berpendapat harus qadla dan tidak diperbolehkan membayar fidyah saja.
3. Dalil yang memperbolehkan tidak puasa bagi wanita hamil atau menyusui diqiyaskan dengan orang yang sedang sakit dan musafir (orang yang dalam perjalanan). Juga berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwasanya Allah memperbolehkan kepada musafir untuk tidak berpuasa, qashar dan jamak sholat. Begitu juga bagi orang yang sedang hamil dan menyusui, diperbolehkan tidak berpuasa (H.R. Ahmad dan Ashab al-Sunan dari Anas bin Malik). Justru sebaiknya wanita hamil atau menyusui tidak berpuasa apabila puasa tersebut mengakibatkan terganggunya kesehatan ibu yang sedang hamil dan janin yang dikandungnya.
4. Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan Said bin Jubair (Sahabat) menyatakan diperbolehkannya membayar fidyah saja tanpa harus meng-qadla. Karena qadla itu sendiri dibatasi sampai sebelum datangnya Ramadlan berikutnya. Jika sampai tahun berikutnya tetap tidak bisa meng-qadla puasa karena menyusui, maka boleh (baca: cukup) membayar fidyah saja
 

———————

 

 

August 15, 2008

kok ga haid ya pas masa asi eksklusif??

Filed under: asi eksklusif..
saya tergolong yang silkus haidnya jadi 'aneh'
waktu asi eksklusif..
sempet cemas si..
bahkan hampir tiap bulan test pack,hehehe..
trus dapet ini ni,dari balita-anda.com 
 
semoga bermanfaat :) 
-------------- 

Menyusui secara eksklusif telah terbukti sebagai salah satu cara mencegah kehamilan yang sangat baik.

tapi ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi, sehingga metode ini dapat digunakan secara efektif.

Metode menyusui eksklusif ternyata 98-99.5% efektif dalam mencegah kehamilan,

selama memenuhi kondisi-kondisi di bawah ini:

- Bayi Anda berumur kurang dari 6 bulan

- Anda belum mendapatkan haid kembali

- Bayi diberi ASI secara rutin  (siang dan malam), hanya diberi ASI saja (atau dengan sebagian kecil makanan pendamping ASI lainnya)

HOW CAN I MAXIMIZE MY NATURAL PERIOD OF INFERTILITY?

Kapan kembalinya ‘masa subur’ ibu setelah melahirkan sangat bervariasi dan
bersifat personal, juga bergantung pada pola menyusui bayi
dan seberapa sensitif  tubuh ibu terhadap hormon-hormon
yang terlibat dalam kegiatan laktasinya.

- Frekuensi menyusui dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk menyusui setiap
24 jam adalah faktor terpenting pada kembalinya masa subur ibu:

seorang ibu cenderung mengalami kembali masa suburnya
jika frekuensi menyusui baby dan/atau lama waktu menyusui bayi mulai berkurang,
apalagi jika perubahan itu berlangsung mendadak.

- Di beberapa populasi masyarakat, riset menunjukkan bahwa:
menyusui di waktu malam memperlambat kembalinya masa subur sang ibu

- Suatu studi menunjukkan bahwa para ibu yang dipisahkan dari bayi mereka
(tetapi memerah ASI nya untuk seluruh kebutuhan anaknya),
memiliki resiko untuk hamil lebih tinggi (5.2%) selama 6 bulan pertama

- Pengenalan makanan padat juga dapt menjadi faktor kembalinya masa subur ibu.
Sejak bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat (jika ibu belum mengalami siklus haid lagi),
periode alami ‘ketidaksuburan’ dapat diperpanjang dengan cara:
* dahulukan dengan menyusui sebelum  makanan padat diberikan,
mulai mengenalkan makanan padat secara bertahap

* aktivitas menyusui tetap tidak dibatasi.

Anda dapat mengalami KB alami yang efektifitasnya lebih tinggi,
yaitu dengan mempraktekkan ‘ecological breastfeeding’:

- selalu berdekatan dengan bayi Anda

- menyusui secara rutin (siang dan malam)

- menyusui untuk menenangkan bayi Anda

- menyusui dengan posisi berbaring  (waktu istirahat siang atau tidur malam)

-tidak menggunakan botol atau ‘dot’

Jika Anda mempraktekkan ‘ecological breastfeeding’:

- Peluang kehamilan secara praktis :

0% selama 3 bulan pertama,
< 2% antara 3-6 bulan,
dan sekitar 6% setelah 6 bulan
(dengan asumsi ibu belum mengalami masa haid kembali)

- Waktu rata-rata untuk ibu mengalami kembali periode haidnya adalah 14.6bulan

- Para ibu yang siklus haidnya kembali lebih cepat cenderung ‘tidak subur’ di masa siklus- siklus pertamanya.

- Para ibu yang siklus haidnya kembali lebih lambat cenderung mengalami masa subur sebelum haid pertamanya.

(Source: Natural Child Spacing and Breastfeeding by Jen O’Quinn)

-----------------
 

July 16, 2008

tips buat ibu menyusui..

Filed under: asi eksklusif..

MEMBERI ASI UNTUK BAYI ADALAH WAJIB!! KARENA ITU ADALAH HAK MEREKA…

 

tips buat ibu menyusui;

1. percaya diri yang tinggi dan selalu optimis

2.makan makanan yang sehat;sayuran,buah,ikan,daging,minum susu juga jangan lupa

3.jangan lupa doa ketika menyusui anak;mengajarkan bayi untuk membaca doa sebelum makan

4.gunakan bra yang nyaman, karena pengaruh dengan keadaan payudara ketika menyusui

5.buat badan nyaman,rileks dan tenang..

6.temukan,dan siasati posisi nyaman untuk menyusui;tentunya untuk ibu dan bayi..

7.perawatan tubuh,khususnya payudara ibu.. bisa dilakukan sendiri ketika dirumah..

 

berubung aku suka angka 7,jadi tips nya ada 7 :)

July 14, 2008

asi eksklusif..

Filed under: asi eksklusif..

asi eksklusif emang bener2 ‘eksklusif’..

selama 6bulan, sang baby diberikan ‘hanya’ makanan terbaik sedunia, yaitu asi.
tapi apa itu cuma kewajiban bundanya??
ga lhooo..jangan berpikiran kalo ga asi eksklusif, bundanya yang salah…karena itu juga kewajiban sang ayah juga..

bagaimana peran ayah,bunda??
1. ayah harus memberi dukungan positif kepada bunda untuk memberi yang terbaik bagi buah hati mereka. bukan menuntut, tapi mendukung..(beda lhooo…).
dukungan yang positif akan memberi pengaruh positif juga bagi sang bunda, dan otomatis mempengaruhi asi sang bunda..

2. ayah juga harus mengetahui apa saja yang dibutuhkan sang bunda. makanan yang baik, intens, sehat, dan juga pastinya yang disukai sang bunda..
semua ini berpengaruh pada asi yang diproduksi. bayinya juga ikut seneng lho, karena mendapat asi yang terbaik..
jangan sampe bunda kelaperan atw bahkan makan yang ga sehat..

3. ayah harus menjaga mood bunda agar tetap baik. kalo mood bunda jelek, di buat enjoy dan merasa senang aja.. bundanya sedih ataw bahagia bisa dirasakan bayinya lho…

4. ayah juga harus perhatian pada bunda baik kesehatan bunda, kondisi fisik dan psikis bunda. karena bukan hanya baby nya yang butuh perhatian ayah, tapi bunda juga lho..

ya begitulah kira2..semoga ayah dan bunda berbahagia atas baby nya…emoticon

mari kita dukung asi eksklusif;hak utama bagi para baby…emoticon 

August 17, 2007

inisiasi dini=penting!!

hal ini emang baru terdengar akhir2 ini.

padahal ini penting banget bagi menyelamatkan nyawa bayi di dunia.

berhubung gw lagi hamil, gw banyak mencari hal2 yang baik buat gw n anak gw.

inisiasi dini, adalah gimana kita menyusu (inget ya,,beda dengan menyusui,,) bayi kita di saat dia baru dilahirkan.

menyusu,, berarti anak kita yang bertindak untuk mencari susu itu sendiri. sedangkan menyusui, kita yang memberikan asi kita secara alamiah dari kita untuk anak kita. beda kan??

 

saat itu lah, insting anak kita di latih. yang ga disadari selama ini, sebenernya bayi tuh juga bisa lho nyari sendiri.

setelah dilahirkan, bayi di lap sekedarnya, tali pusar di potong dan di keringkan, letakkan saja bayi di atas dada sang ibu.

selama 15 menit pertama mungkin bayi akan diam saja, tapi jangan khawatir, karena setelah itu, secara naluriah dia akan menolehkan kepalanya, dan mencari puting sang ibu, kemudian dia menyusu!!Subhanallah…

jangan takut bayi akan kedinginan. karena Allah udah nyiptain payudara sang ibu dengan begitu luar biasanya.

seperti alat deteksi suhu aja, atau bahkan lebih canggih dari itu, tapi lebih alamiah.. payudara sang ibu yang baru melahirkan, secara normal emang akan bersuhu berbeda dengan orang normal. ketika terdekteksi sang bayi sedang kedinginan, secara otomatis suhu payudara sang ibu akan naik 2 derajat.

ini berfungsi untuk memberikan kehangatan kepada sang bayi.

begitu juga sebaliknya, ketika bayi kepanasan, secara otomatis suhu payudara sang ibu akan turun, dan memberikan kesejukan kepada sang bayi!!

Subhanallah,,

 

luar biasa bukan??

selain itu, inisiasi dini bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa bayi.

karena dalam waktu rentang 28 hari setelah kelahiran, bayi2 akan sangat rentan dengan kematian.

hal inilah yang mengakibatkan angka kematian bayi sangat tinggi.

tapi beda dengan ketika kita melakukan inisiasi dini. kita bisa menyelamatkan anak kita sendiri, dengan melatih instingnya, dan memberikan imun yang luar biasa kuat!!

sekali lagi,,Allah Maha Pencipta, Maha Mengetahui urusan hamba-Nya..

segala sesuatu adalah manfaat..

Subhanallah,, bersyukurlah kita atas segala nikmat..

 

tolong buat orang2 yang paham ini, dan melihat disekitar ada ibu hamil,,beritahukan sejak dini tentang ini!!

ayo kita selamatkan bayi2 kita,, dengan cara itulah kita bersyukur,,

amin






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M